BRMP DIY Perkuat Pendampingan PM-AAS, Produktivitas Padi Bantul Ditargetkan Minimal 10 Ton per Ha
BANTUL – (17/07/2026) BRMP DIY terus memperkuat implementasi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) sebagai bagian dari upaya percepatan peningkatan produksi padi nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan monitoring dan evaluasi penerapan PM-AAS di KT Sedyo Makmur, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama tim Direktorat Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, PPL Kecamatan Jetis, serta pengurus Kelompok Tani Sedyo Makmur. Monitoring dilakukan untuk memastikan penerapan teknologi budidaya berjalan sesuai rekomendasi sekaligus memberikan pendampingan teknis kepada petani agar potensi hasil panen dapat dioptimalkan.
Penerapan PM-AAS di KT Sedyo Makmur dilakukan pada lahan seluas 2,1 hektare dengan menggunakan varietas Inpari 32 HDB. Saat dilakukan evaluasi, tanaman telah memasuki umur 60 hari setelah sebar (HSS) dan secara umum menunjukkan pertumbuhan yang baik.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa kondisi pertanaman berkembang sesuai harapan. Tim evaluasi memberikan beberapa rekomendasi teknis, antara lain penambahan nutrisi pada petak tertentu yang memerlukan serta pengendalian gulma agar pertumbuhan tanaman tetap optimal hingga menjelang panen.
Selain mengevaluasi kondisi pertanaman, tim juga berdialog dengan pengurus kelompok tani untuk mengidentifikasi berbagai kendala dan tantangan selama penerapan PM-AAS. Masukan dari petani menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan pendampingan sehingga teknologi yang diterapkan semakin efektif dan sesuai dengan kondisi spesifik lokasi.
Melalui penerapan PM-AAS, produktivitas padi di wilayah Jetis yang selama ini berkisar 7 ton per hektare diharapkan meningkat menjadi minimal 10 ton per hektare. Peningkatan produktivitas tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertanian melalui BRMP D.I. Yogyakarta dalam mengawal pelaksanaan program strategis nasional. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, implementasi PM-AAS diharapkan menjadi model penerapan pertanian modern yang mampu meningkatkan efisiensi budidaya, produktivitas, dan daya saing sektor pertanian menuju terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.